Webinar

Webinar

  • Tanggal:27-29 Oktober 2020

Para pihak penanggulangan bencana Gunung Merapi di Provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta, akademisi dan peneliti dari perguruan tinggi, sejumlah komunitas kerelawanan di lereng Merapi, media massa, pemerintah desa serta penduduk di wilayah Kawasan Rawan Bencana Gunung Merapi akan membahas Gunung Merapi dari aspek vulkanisme, ketangguhan warga hingga manajemen penganggulangan bencana dan sistem peringatan dini.

JADWAL

Webinar

Menerjemahkan Data Merapi
  • 09.00-12.00 WIB

Menerjemahkan Data Merapi

Gunung Merapi sebagai laboratorium alam memberikan banyak informasi penting bagi para peneliti. Kajian data pemantauan dan penelitian memberikan manfaat dalam upaya pengurangan risiko bencana. Membaca dan menerjemahkan pesan Merapi melalui analisis data yang dilakukan oleh para ahli lintas disiplin ilmu memperkaya ilmu pengetahuan dan membawa manfaat bagi kehidupan di Kawasan Rawan Bencana Gunung Merapi. Sejarah panjang aktivitas letusan Merapi memiliki prekursor dan karakteristik yang beragam.

Narasi Ketangguhan Warga Merapi
  • 09.00-12.00

Narasi Ketangguhan Warga Merapi

Dalam kajian bencana kontemporer muncul istilah “ketangguhan” sebuah tema yang banyak digunakan untuk mengurai bagaimana sebuah kelompok warga berhadapan dengan risiko bencana. Jika ketangguhan diibaratkan sebuah bangunan maka satu sama lain harus saling terkait dan menguatkan.

Praktik Baik dari Merapi
  • 09.00-12.00

Praktik Baik dari Merapi

Manajemen kebencanaan melibatkan unsur peringatan dini dan penanggulangan bencana. Proses peringatan dini kepada masyarakat berdasarkan data pemantauan diberikan secara bertahap. Kejadian letusan besar Gunung Merapi tahun 2010 menjadi catatan sejarah penting sama halnya letusan tahun 1872. Salah satu upaya pemerintah dalam penanggulangan bencana erupsi 2010 melalui relokasi sejumlah area terdampak awan panas. Namun kondisi sosial budaya masyarakat di Merapi memberi warna yang berbeda di dalam penerapan berbagai upaya pengurangan risiko bencana.