Pemanfaatan Teknologi Penginderaan Jarak Jauh di Gunung Merapi

Erupsi Merapi 2010 tidak hanya memberikan pembelajaran bagi warga masyarakat yang terdampak. Namun, letusannya menghasilkan ragam data yang berguna bagi penelitian. Sehingga, dapat memberikan manfaat guna meminimalisir risiko bencana di masa depan.

Untuk menerjemahkan pergerakan keaktifan Gunung Merapi, penginderaan jauh menjadi salah satu metode pengambilan data yang penting untuk diterapkan.

Dalam Webinar Seri 1 “Menerjemahkan Data Merapi”, Selasa (27/10/2020), Dr. Akhmad Solikhin, Kepala Sub. Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami Wilayah Barat, menjelaskan bahwa penginderaan jauh menggunakan citra radar dapat membantu peneliti untuk mengetahui deformasi Merapi.

Lebih lanjut lagi, Akhmad juga mengatakan bahwa melalui pengamatan gelombang ultraviolet, degassing pasif dapat diketahui. Sehingga, potensi ancaman besaran erupsi Merapi dapat diprediksi.

Hal itu juga didukung dengan pernyataan dari Staf Pengajar Fak. Teknologi dan Ilmu Kebumian ITB, Dr. Asep Saepulloh. “Data amplitudo dan magnitude dari data radar, dikumpulkan untuk setiap event letusan atau setiap event keberadaan produk vulkanik baru,” ungkapnya.

Perilaku letusan Merapi berubah-ubah. Pada 2010 terjadi perubahan menuju lebih eksplosif yang digolongkan menjadi erupsi sub-Plinian dengan menghasilkan pumice-bearing PDC (aliran piroklastik yang mengandung batu apung). Menurut Dr. Agung Harijoko dari Pusat Studi Bencana UGM, potensi bahaya Merapi paling besar jika erupsinya berupa plinian–letusan paling eksplosif.

“Perubahan tersebut menjadi tantangan untuk pengertian ke depan apakah erupsi merapi masih tetap seperti ini atau kembali ke pembentukan kubah lava lalu mengalami longsoran. Atau magma di merapi akan berevolusi seperti apa kedepan? Perlu kita lihat lebih teliti lagi karena merapi pernah mempunyai erupsi sub-plinian,” ujar Agung pada pemaparan materi keempat.

Melalui penerjemahan data dari para peneliti, erupsi besar Merapi 2010 menjadi sejarah sekaligus pembelajaran penting untuk masyarakat sekitar lereng gunung maupun masyarakat luas. Sehingga, tercipta kewaspadaan.

Seri webinar peringatan erupsi Merapi tahun 2010 bertajuk DASAWARSA MERAPI 2010, Refleksi Erupsi Merapi 2010 di Masa Pandemi berlangsung dari 27-29 Oktober 2020. Tema besar dalam webinar seri 2 adalah “Narasi Ketangguhan Warga Merapi” dan webinar seri 3 “Praktik Baik dari Merapi”. (*)