Praktik Baik dari Merapi

Kejadian letusan besar Gunung Merapi tahun 2010 menjadi catatan sejarah penting sama halnya dengan kejadian letusan tahun 1872, sayang letusan besar tahun 1872 sangat minim dengan kesaksian maupun tulisan. Namun tidak demikian dengan kejadian letusan besar tahun 2010, setiap proses perjalanan ceritanya tedokumentasikan dalam berbagai media dengan baik. Atmosfir sosial budaya masyarakat di Merapi juga memberi warna yang berbeda didalam penerapan berbagai upaya pengurangan risiko bencana.

Webinar kali ini kita akan disajikan kesaksian sejarah dari para pelaku didalamnya sekaligus mendiskusikan praktik baik edukasi melalui penyebaran informasi kebencanaan dari para praktisi yang menekuni bidangnya.

Pembelajaran Erupsi Merapi Tahun 2010, Kebijakan Relokasi di Merapi
Oleh: Mayjen TNI (Purn) Prof. Dr. Syamsul Ma’arif, Kepala BNPB pada periode tahun 2008 – 2015

Sistem Peringatan Dini Erupsi Tahun 2010
Oleh: Dr. Raden Sukhyar, Kepala Badan Geologi pada periode tahun 2008 – 2013

Penyebaran Informasi Kebencanaan 2010 dan Pandemi
Oleh: Drs. Subandriyo, M.Si, Kepala BPPTKG periode 2007 – 2015

Relokasi Merapi Pasca 2010
Oleh: Drs. Joko Supriyanto, M.Si, Kalakhar BPBD Kab. Sleman

Cerita 10 tahun Huntap Dongkelsari
Oleh: Totok Hartanto, Kepala Dukuh Dongkelsari

Diseminasi Informasi Kebencanaan di Masa Pandemi
Oleh Ahmad Arief – Jurnalis KOMPAS

Moderator: Sigit Purwanto, Fellow Researcher PSMB UPN Yogyakarta.